Rabu, 18 Juni 2014

Tingkah laku Seksual Menyimpang


Tingkah laku seksual menyimpang adalah aktifitas seks atau pemenuhan kebutuhan seks yang dilakukan dengan tidak wajar. Beberapa jenis tingkah laku seksual menyimpang:
a.      Transvestism
Transvestism adalah jenis gangguan seksual dimana orang yang mengalami transvestism seksual ini akan mendapat rangsangan seksual saat menggunakan pakaian lawan jenisnya.
b.      Fetishism
Tingkah laku seksual berikutnya adalah fetishism. Penderita fetishism yang biasanya adalah lelaki akan mengambil atau mencuri barang orang lain, dapat berupa celana dalam, bra, atau sepatu, ditentukan oleh bagian tubuh mana yang menurut fetishist (penderita fetishism) merangsangnya.
c.       Sexual Sadism dan Masochism
Sexual sadism adalah praktek untuk mendapat kesenangan atau kepuasan seksual dengan cara  menyakiti pasangannya.
d.      Voyeurism dan Exhibitionism
Voyeurism merupakan praktek untuk memenuhi kesenangan seksual dengan cara melihat lawan jenis telanjang, sedang mandi, atau melakukan hubungan seksual.
e.       Forced Sexual Behavior
Forced sexual behavior adalah perilaku seksual yang memaksa orang lain atau objek seksualnya untuk melakukan hubungan seksual.
A.   DISFUNGSI SEKSUAL DAN KESEHATAN SEKSUAL
1.      Gangguan hasrat seksual
Dorongan seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu hormone-testosteron, kesehatan tubuh, faktor psikis dan pengalaman seksual sebelumnya. Jika di antara faktor tersebut ada yang menghambat atau faktor tersebut terganggu, maka akan terjadi ganggaun dorongan seksual (GDS) (Pangkahila, 2007), berupa:
2.      a. Gangguan Nafsu seksual hipoaktif
dorongan seksual hipoaktif ialah berkurangnya atau hilangnya fantasi seksual dan dorongan secara persisten atau berulang yang menyebabkan gangguan yang nyata atau kesulitan interpersonal.

b. Gangguan Aversi seksual
Di duga lebih dari 15%  pria dewasa mengalami dorongan seksual hipoaktif. Pada usia 40-60 tahun, dorongan seksual hipoaktif merupakan keluhan terbanyak. Pada dasarnya GDS disebabkan oleh faktor fisik dan psikis, antara lain adalah kejemuan, perasaan bersalah, stres yang berkepanjangan, dan pengalaman seksual yang tidak menyenangkan (Pangkahila, 2006).
2. Gangguan Rangsangan Seksual
Yang termasuk dalam gangguan rangsangan seksual wanita adalah vaginismus dan dyspareunia. Vaginismus adalah keadaan dimana dinding vagina terlalu sempit untuk dimasuki penis secara nyaman. Dyspareunia adalah gangguan seksual dimana perempuan mengalami rasa sakit saat sedang melakukan hubungan badan. Biasanya, vaginismus dan dyspareunia terjadi bersamaan dengan gangguan orgasme dan kecemasan yang berhubungan dengan sex.
Yang termasuk dalam gangguan rangsangan seksual pada pria adalah  disfungsi ereksi (Erectile Dysfunction) atau sering disebut dengan impoten, yang berarti ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan hubungan seksual dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar