Rabu, 18 Juni 2014

OPERANT CONDITIONING



Operant conditioning adalah pembelajaran di mana konsekuensi dari perilaku menyebabkan perubahan dalam probabilitas kejadian.
3 cara dimana konsekuensi keinginan dan ketidak inginan dari kelakuan berpengaruh pada kelakuan di masa yang akan datang :
1.      Positive Reinforcement
2.      Negative Reinforcement
3.      Punishment
1.     POSITIVE REINFORCEMENT
Positive Reinforcement muncul pada saat konsekuensi dari kelakuan menuju pada peningkatan dalam kemungkinan bahwa kita terlibat di kelakuan kedepannya. Di positive reinforcement, konsekuensi oleh kelakuan adalah positive. Sehingga kelakuannya terlibat lebih sering.
Ada 2 masalah penting di pemakaian positive reinforcement yang perlu di ketahui :
1.      Timing
Positive reinforcer harus diberikan waktu yang singkat dalam mengikuti respon, jika tidak pembelajaran tersebut akan menjadi lambat. Phenomenom tersebut adalah delay of reinforcement.
2.      Consistency in the delivery of reinforcement 
Positive reinforcement harus di berikan secara konsisten setelah respon.
Primary and Secondary Reinforcement
2 jenis reinforcement harus dibedakan: primary dan secondary reinforcement. Primary reinforcement tidak diperoleh dari pembelajaran. Makanan, air, kehangatan, novel stimulation, aktivitas fisik dan sexual gratification adalah contoh dari positive reinforcement. Secondary reinforcement sangat berperan penting dalam operant conditioning yang di pelajari melalui classical conditioning. Pujian adalah salah satu contoh dari secondary reinforce.

Schedules of Positive Reinforcement
Kita selalu membicarakan positive reinforcement seakan-akan setiap respon selalu diikuti oleh reinforce, situasi ini disebut dengan continuous reinforcement. Sebagai tambahan di dalam continuous reinforcement, psychologist mendeskripsikan 4 jenis schedules of reinforcement dan menunjukkan efek dari setiap behavior.
1.      Fixed ratio
2.      Variable ratio
3.      Fixed interval
4.      Variable interval

2.  REINFORCEMENT NEGATIVE
Reinforcement negative (penguatan negatif) adalah peningkatan suatu frekuensi terhadap suatu perilaku yang positif karena hilangnya sebuah rangsangan yang merugikan (tidak menyenangkan). Sebagai contoh,  seorang ibu yang memarahi anaknya setiap pagi karena tidak membersihkan tempat tidur, tetapi suatu pagi si anak tersebut membersihkan tempat tidurnya tanpa di suruh dan si ibu tidak memarahinya, pada akhirnya si anak akan semakin rajin membersihkan tempat tidurnya diringi dengan berkurangnya frekuensi sikap kemarahan dari ibunya.
Ada 2 tipe dari penguatan negatif:
1.      Escape Conditioning
Yaitu pengkondisian yang terjadi dikarenakan individu keluar dari sesuatu yang negatif.
2.      Avoidance Conditioning
Yaitu suatu kondisi yang dilakukan dengan cara menghindar dari sesuatu yang negatif.

3.     PUNISHMENT 
            Punishment  adalah merupakan konsekuensi negatif yang mengarah pada pengurangan frekuensi perilaku yang menghasilkannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar